Dokumentasi Tenun Tradisional Indonesia

Juni 9, 2011 at 6:31 pm 1 komentar

Yayasan Cita Tenun Indonesia (CTI) meluncurkan buku tentang tenun tradisional Indonesia berjudul Tenun: Handwoven Textiles of Indonesia(THTI). Buku dengan tebal 191 halaman ini diluncurkan dalam jumlah yang sangat terbatas, hanya tujuh buah, dalam acara Panel Discussion and Book Signing di Wantilan Convention Centre Sanur Beach Hotel, Sanur, Bali, Rabu (6/4/2011) lalu.

Tujuh buku yang diluncurkan oleh Ketua Yayasan CTI, Nyonya Okke Hatta Rajasa, itu diserahkan kepada tujuh tokoh nasional. Salah satu penerimanya adalah Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali yang juga istri Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Nyonya Ayu Pastika.

Ayu Pastika dikenal karena kecintaannya pada produk kain tenun tradisional Indonesia, khususnya Bali. Kecintaan tersebut dibuktikan dengan sejumlah kunjungan ke pusat industri tenun tradisional khas Bali seperti di Desa Seraya, Karangasem, dan Desa Beratan, Buleleng. Di kedua desa tersebut masih dapat ditemukan masyarakat lokal, terutama kaum perempuan, yang mengerjakan tenun tradisional menggunakan pewarna alami dari tanaman. Alat tenun yang digunakan pun masih tetap mengandalkan tenaga tangan (handwoven).

Masa depan tenun tradisional Bali yang dalam proses pengerjaannya menggunakan tenaga mekanis (mesin-mesin modern) juga menjadi kepedulian Ayu Pastika. Salah satunya dengan memanfaatkan kain endek, yang merupakan salah satu produk tekstil tradisional Bali inovatif, menjadi salah satu pakaian seragam berbagai instansi di Bali, baik negeri maupun swasta. Di bawah pimpinannya, Dekranasda Bali terus memperluas binaan terhadap perajin endek, hingga endek Bali sangat diminati masyarakat nasional maupun internasional, khususnya Jepang.

Buku THTI secara khusus didedikasikan kepada masyarakat Indonesia yang telah menempatkan tenun tradisional sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Buku ini juga dimaksudkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya tenun tradisional Indonesia yang adiluhung, dan tersebar di ribuan pulau, sehingga menjadikan Indonesia sebagai produsen tenun terbesar dunia.

Di dalam buku berbahasa Inggris ini diuraikan kekayaan industri tenun tradisional Indonesia mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (termasuk Nusa Penida), Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua, Sulawesi, dan Kalimantan. Beberapa produk tenun khas Bali seperti kamben cepuk, kain rangrang, dan kain sauden (Nusa Penida), kain geringsing (Tenganan-Karangasem), dan songket, diulas cukup banyak dalam buku ini.

Tokoh Bali lainnya yang mendapatkan buku ini adalah Rektor Universitas Udayana, Prof Dr dr I Made Bakta. KOMPAS.com

Entry filed under: Liputan Media. Tags: , , .

Kain Nusantara: Uniknya Ragam Aksesori dari Tenun Ikat NTT Kain Tenun NTT Pilihan Marzuki Alie

1 Komentar Add your own

  • 1. toko tenun ikat & batik kudus  |  Juli 6, 2011 pada 7:25 am

    mass mau tanya gambarnya dokumentasi tenun tradisional di indonesia nya mana?
    jadi kita nantinya bisa membeda-bedakan antara yang satu dengan yang laen.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Toko Tenun Online

Gardu Troso :: Toko Tenun Online

Kategori

KONTAK KAMI

Kami ingin mendengar pertanyaan, pendapat, usul, dan komentar Anda

Sulistiana

Hamdan

Ratna

Bila kami offline, silakan kirim pesan ke 085.641.645.277 (SMS only) atau email info@tokotenun.com

Testimonial

Oiya pak makasih barangnya baru saja saya terima. Baguz barangnya, terima kasih. Supri, Semarang. + 6288802433xxx (29/5/2009 18:51)

Alhamdulillah bagus pak barangnya, & alhamdulillah pas sekali dengan warna kain saya.. Insya Allah saya mau pesan lagi dengan warna lain, tapi nanti saya kabari lagi. Ibu Fitri, Jakarta Timur. +628121035xxx (12/5/2009 17:21)

Makasih banyak pak, barangnya sudah sampai kemarin siang. Ny. Suyati, Pontianak. +628125677xxx

Jadi bapak produksi sendiri? Nanti saya mengambil sendiri ke tempat bapak. Saya buat untuk butik saya. Rencana ke jawa bulan Maret atau Mei. Aji, Swiss. +41797787xxx

Makasih pak...barangnya sudah saya terima. Eko, Samarinda. +6285246907xxx

Mas sisanya sudah ditransfer Rp 40 ribu. Barangnya dah diterima. Thanks. Egi, Balikpapan. +6285247380xxx

Trims untuk infonya. Mungkin dalam waktu dekat ini saya akan ke sana. Aris, Malang. +6285755141xxx

Sugeng sonten mas, matur nuwun. Paket sampun dipun tanpi. Sesuai dengan yang saya bayangkan. Dr. Indra Tjahjani, Bekasi. +62811168xxx

Barangnya sudah sampai pak, jam 5 sore tadi. Trims pak atas kerjasamanya. Nanti kita hubungi kalo mau pesan lagi. Maskur, Samarinda. +6281254075xxx

Blog Stats

  • 33,296 pengunjung

Links

gojepara
free counters

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.