Posts filed under ‘Liputan Media’
Samarinda Disiapkan Jadi Daerah Wisata Tenun
Kecamatan Samarinda Seberang akan disiapkan menjadi sentral kerajinan tenun Sarung Samarinda. Lingkungan Gang Pertenunan, Gang Karya Muharam di Kelurahan Masjid dan Baqa dipilih sebagai percontohan Kampung Perajin untuk dijadikan tujuan wisata nasional.
Pencanangan Kampung Perajin tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat Hj Okke Hatta Rajasa dengan Pemkot Samarinda di Lamin Etam, Rabu (14/3). ”Dengan pencanangan sebagai percontohan kampung perajin Samarinda akan menjadi tujuan wisata nasional. Mereka akan berwisata dengan melihat langsung proses pembuatan tenun Sarung Samarinda, sambil membeli sarungnya sebagai buah tangan dan juga sekalian berwisata di Sungai Mahakam,” kata Okke.
Okke yang merupakan isteri Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengemukakan bahwa sarung Samarinda bukan hanya dikenal sebagai cinderamata khas Samarinda tapi juga sudah dikenal di mancanegara. ”Kain tenun sarung Samarinda mempunyai khas sendiri, dan selalu dibawa jemaah haji. Di sinilah sarung Samarinda semakin dikenal di mancananegara,” tambahnya. (lagi…)
Obama Kenakan Tenun Ikat di Gala Dinner KTT ASEAN
Presiden AS Barack Obama mengenakan tenun ikat seperti para pemimpin ASEAN dan para mitranya saat menghadiri Gala Dinner KTT ASEAN di Nusa Dua Convention Centre.
Obama yang tetap datang menumpang Chevy Suburban –bukan kendaraan kepresiden Cadillac One– adalah tamu terakhir di acara jamuan makan para pemimpin ASEAN dan mitra-mitra wicaranya itu. Begitu memasuki pintu utama BNDCC, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani SBY menanti untuk menyambut Obama yang mengenakan tenun ikat berwarna dominan hijau. (selengkapnya)
Sentra tenun Sukarara: kain tenun ikat dan songket (2)
Kain tenun di Lombok terdiri dari dua jenis, yaitu tenun ikat dan songket. Kain tenun ikat dikerjakan oleh para lelaki. Dalam sehari mereka bisa menghasilkan hingga tiga meter kain tenun ikat. Adapun Para perempuan menenun songket. Dalam sehari, mereka cuma mampu menenun maksimal 15 cm songket.
Lombok memiliki dua jenis tenun yaitu songket dan ikat. Tenun songket hanya dibuat oleh para perempuan dengan alat manual. Tenun ikat dibuat oleh para lelaki dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Kain songket biasa digunakan oleh para perempuan. Ciri khasnya, kain songket ini memiliki sisi depan dan sisi belakang. Songket biasanya menggunakan benang emas sebagai campuran dari bahan katun yang biasa dipakai. (selengkapnya)
Tenun Sukarara: Perempuan Belum Bisa Menenun, Tidak Boleh Menikah(1)
Sentra kerajinan tenun Lombok terletak di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggot, Kabupaten Lombok Tengah. Dari Mataram, kita bisa menempuhnya dalam waktu sekitar 30 menit dengan kendaraan pribadi atau taksi. Jangan berharap pada kendaraan umum. Maklum, kendaraan umum di pulau ini terbatas, baik dalam jumlah maupun waktu operasionalnya.
Kita harus menelusuri Jalan Raya Praya, satu-satunya jalan raya besar yang mengarah ke Sukarara. Sentra tenun ini terletak di dekat pasar dan masjid di Sukarara. Untuk menuju pusat tenun, kita berbelok dan masuk ke gang yang kondisi jalannya beraspal seadanya. Kira-kira 500 meter dari jalan raya, kita akan menemukan beberapa rumah yang menyediakan tenun. Di sinilah pusat penjualan berbagai tenun Lombok.. (selengkapnya)
Harga Kain Tenun Gringsing Mencapai Jutaan Rupiah
Tenun Nusantara di Rumah Pesona Kain
Kain-kain dari berbagai daerah nusantara, memang selalu memikat. Kain tradisional seperti batik, tenun dan songket dibuat bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sandang, tetapi juga menggambarkan makna filosofis mendalam.
Beberapa kain bahkan dibuat dengan proses yang sangat rumit, memakan waktu hingga berbulan-bulan. Tak heran beberapa kain tradisional menjadi sangat langka, karena sudah jarang yang membuat. Hal ini yang kemudian mendasari dibentuknya Perkumpulan Rumah Pesona Kain, yaitu untuk melestarikan kain-kain nusantara. (lagi…)
TENUN (WOVEN MESH) CLOTHES
Every ethnic and tribes in East Nusa Tenggara Province have their own language with more than 100 dialects, and their own custom, culture, and art forms. This explains the variety and diversity of the pattern and ornament of traditional tenun in the province. Every tribe has their own type of ornament featuring mythological characters, animal, plants, and their personal abstract patterns inspired by their belief in the power of The Almighty
Tenun in East Nusa Tenggara is a craft preserved and inherited from generation to generation. The pattern of the tenun serves as the identification and characteristic of certain tribe. Member of the tribe will proudly wear their own tenun. Tenun or the traditional textile of East Nusa Tenggara has many traditional functions including : (lagi…)
Jadikan Tenun sebagai Busana Keseharian
Kekayaan Indonesia dengan segala ragam budaya dan adatnya memang selalu mengulik hati untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang indah. Bermacam kearifan lokal yang mencorong tersebut, tenun Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi satu diantaranya. (lagi…)
Kain Tenun Khas NTT Naik Panggung Internasional
Liputan6.com, Jakarta: Kain tenun khas Nusa Tenggara Timur yang kaku dan tebal dikreasikan menjadi busana yang glamor diangkat ke panggung internasional. Karya perancang busana Adrian Gan ini memiliki unsur tradisional dengan sentuhan modern. Kain tenun yang kaku dan tebal itu dipadukan dengan kain modern yang lentur sehingga menghasilkan perpaduan tekstur yang kontras namun harmonis. (lagi…)
Kain Tenun NTT Pilihan Marzuki Alie
JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam berbagai tayangan televisi dan foto jurnalistik, Anda tentu sering melihat Marzuki Alie menggunakan kemeja batik. Koleksi batiknya memang banyak, mulai dari batik Madura, Cirebon hingga batik Palembang.
Namun, di hari yang fitri ini, Marzuki memilih kemeja yang berbeda. Kali ini dari bahan kain tenun dari Provinsi Nusa Tenggara Timur. (lagi…)


Komentar Terakhir